Yuk Kenali Ini Bedanya - Operasi Bypass Jantung dengan Pasang Ring

 

TANGERANG SELATAN - suarapembaharuan.com - Pembuluh darah yang menyempit akibat penyakit jantung koroner menjadi penyebab utama kematian di dunia. Namun hal itu bisa dicegah dengan pemasangan ring jantung. Namun, pada kondisi tertentu harus operasi bypass jantung atau coronary artery bypass graft (CABG) yang menjadi solusi untuk mengembalikan aliran darah ke jantung yang tersumbat.



Walaupun memiliki tujuan yang sama, yakni memperbaiki aliran darah ke jantung, kedua prosedur ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Prosedur operasi bypass jantung ini dilakukan oleh dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular untuk mengatasi penyumbatan akibat penyakit jantung koroner.


Operasi bypass jantung merupakan prosedur medis yang bertujuan untuk mengembalikan aliran darah menuju otot jantung yang tersumbat dengan menciptakan jalur baru bagi darah yang kaya oksigen.


Pada tahap awal, aliran darah yang berkurang dapat menimbulkan gejala seperti nyeri dada. Namun, jika dibiarkan, penyumbatan total dapat terjadi dan berakibat fatal. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh penumpukan lemak, termasuk pada arteri yang menuju otot jantung.


Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Eka Hospital BSD, dr Akmal Alfaritsi Hamonangan, mengungkapkan bahwa otot jantung memerlukan pasokan darah yang cukup agar dapat berfungsi dengan optimal.


“Tanpa suplai darah yang memadai, otot jantung dapat mengalami kerusakan, yang pada akhirnya berisiko menyebabkan serangan jantung,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, Rabu (19/3/2025).


Sementara pemasangan ring jantung dilakukan dengan metode kateterisasi tanpa operasi terbuka. Pada kasus tertentu, langkah tersebut sudah cukup untuk membuat suplai darah menuju otot jantung normal kembali.


Pemasangan ring (stent) jantung dilakukan menggunakan kateter. Dokter dapat mengakses pembuluh darah yang mau dipasang ring menggunakan kateter yang dimasukkan dari pembuluh darah di selangkangan, lengan, ataupun leher dan diarahkan menuju jantung.


Namun, kondisi-kondisi tertentu akan membuat dokter memilih operasi bypass jantung (CABG) untuk mengembalikan aliran darah menuju otot jantung.


Sementara itu, operasi by pass jantung dilakukan dengan membuat jalur baru menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain. Prosedur pengobatan jantung koroner dengan metode operasi jantung terbuka.

 

Artinya, rongga dada akan dibuka, pembuluh darah akan diambil dari tempat lain di tubuh kemudian ditempatkan di jantung sehingga dokter bisa membuat saluran baru agar darah kaya akan oksigen bisa mengalir ke jantung.


“CABG lebih direkomendasikan bagi pasien dengan penyempitan pembuluh darah yang luas dan kompleks. Misalnya, jika ada penyumbatan di tiga arteri koroner atau penyumbatan di pembuluh darah utama jantung yang melebihi 50 persen,” jelas dr Akmal.


Meskipun pemasangan ring lebih sederhana dan memiliki waktu pemulihan lebih cepat, tidak semua pasien cocok dengan prosedur ini. Dalam beberapa kasus, operasi bypass jantung lebih efektif dalam memberikan suplai darah yang optimal dan bertahan dalam jangka panjang.


Memahami kondisi kesehatan jantung serta berkonsultasi dengan dokter spesialis adalah langkah penting sebelum memutuskan metode pengobatan yang tepat.


Berdasarkan pedoman dari American Heart Association (AHA), ada beberapa alasan operasi bypass jantung:


1. Left Main Disease yang lebih dari 50%.


2. Penyumbatan lebih dari 70% pada 3 arteri koroner dengan atau tanpa penyumbatan pada LAD bagian proximal.


3. Two-vessel disease: Sumbatan bermakna pada LAD ditambah satu major artery.


4. Satu atau lebih penyumbatan yang lebih dari 70% pada pasien dengan gejala angina setelah pengobatan maksimal.


5. Penyumbatan pada satu arteri koroner yang lebih dari 70% pada pasien yang pernah mengalami henti jantung mendadak yang dikarenakan ventricular tachycardia akibat kondisi iskemik.


Menurut penelitian, tingkat keberhasilan operasi bypass jantung cukup tinggi, yakni sekitar 95-98% pada pasien yang masih dalam keadaan yang cukup baik. 


Itu sebabnya, apabila Anda telah didiagnosis mengalami penyempitan pembuluh darah yang signifikan, dan diindikasi untuk CABG, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan operasi bypass jantung (CABG). Sebab, pemasangan ring jantung mungkin tidak cukup untuk mengoptimalkan kembali aliran darah menuju jantung.


Dapatkan Penanganan Jantung Terbaik di MYCardia Eka Hospital


Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia. Apabila Anda telah memiliki faktor risiko jantung koroner yang cukup tinggi, memeriksakan kesehatan jantung secara rutin adalah langkah yang bijak untuk menjaga kesehatan jantung Anda.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama